BOSTON, Amerika Serikat, HAWA – Kapten timnas Skotlandia, Andy Robertson, mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 setelah menemukan strategi cerdik atau ‘hack’ untuk mengakali aturan lempar bentang FIFA yang baru. Dalam laga perdana Grup C melawan Haiti pada 13 Juni 2026 di Gillette Stadium, Boston, Robertson menempatkan bola di tanah, menunggu rekan setim berposisi, sebelum mengambil bola dan memicu hitungan mundur lima detik, memberinya waktu ekstra tanpa pelanggaran.
Strategi inovatif ini diterapkan Andy Robertson saat timnya mendapatkan kesempatan lempar bentang. Alih-alih langsung memegang bola, Robertson meletakkannya di tanah, memberi waktu bagi rekan-rekan setimnya untuk mengambil posisi. Setelah pemain Skotlandia siap, barulah Robertson mengambil bola, yang secara resmi memulai hitungan mundur lima detik dari wasit. Pendekatan ini secara efektif memberikan Robertson dan timnya waktu lebih dari lima detik untuk mempersiapkan diri tanpa melanggar aturan lempar bentang FIFA.
International Football Association Board (IFAB) telah mengesahkan serangkaian aturan baru pada 28 Februari 2026, termasuk peraturan ketat mengenai lempar bentang dan tendang gawang. Tujuan utama aturan ini adalah untuk mempercepat laju pertandingan dan meminimalkan penghamburan waktu. Di bawah regulasi baru, pemain hanya memiliki lima detik untuk melakukan lempar bentang, jika tidak, kepemilikan bola akan beralih ke tim lawan.
Momen ini terjadi saat Skotlandia berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Haiti. Gol tunggal dicetak oleh John McGinn menjelang menit ke-30, memastikan tiga poin penting bagi Skotlandia. Kemenangan ini menempatkan Skotlandia di puncak klasemen Grup C, sebuah awal krusial dalam upaya mereka lolos ke babak sistem gugur.
“Perasaan yang luar biasa. Para pemain mewujudkan impian mereka hari ini,” kata Andy Robertson, kapten timnas Skotlandia, kepada BBC Scotland setelah pertandingan yang melelahkan. “Ini adalah hari yang panjang, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan para penggemar di rumah yang terjaga larut malam.”
Ia melanjutkan, “Fakta bahwa kami berhasil masuk ke lapangan dan menyanyikan lagu kebangsaan bersama, itu sangat istimewa. Kemudian mengikutinya dengan kemenangan, tidak ada yang lebih baik dari itu. Tiga poin penting. Orang-orang mengharapkan kami menang, tapi kami harus keluar dan melakukannya. Sangat penting untuk memenangkan pertandingan itu dan saya senang kami melakukannya.”
Strategi Andy Robertson lempar bentang FIFA ini sontak memicu perdebatan luas di media sosial dan mendapat pujian dari para penggemar. Banyak yang menganggapnya sebagai celah aturan yang brilian dan tidak melanggar regulasi resmi. “Pastikan rekan satu tim Anda berada di posisi sebelum Anda mengambil bola, yang memulai hitungan mundur wasit,” ujar salah satu penggemar yang menganalisis taktik Robertson di media sosial.
Selain aturan lempar bentang FIFA, IFAB juga memperkenalkan beberapa perubahan lain untuk Piala Dunia 2026. Tendang gawang juga memiliki batas waktu lima detik, dengan pelanggaran berakibat tendangan sudut bagi lawan. Pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam sepuluh detik, atau pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum masuk. Pemain yang menerima perawatan medis juga harus keluar selama satu menit sebelum kembali. Bahkan, VAR kini dapat meninjau kartu kuning kedua dan keputusan tendangan sudut untuk “kesalahan yang jelas dan mencolok”.
Robertson sendiri baru-baru ini menyelesaikan kepindahannya dari Liverpool ke Tottenham Hotspur setelah kontraknya berakhir. Kemenangan 1-0 atas Haiti ini merupakan kemenangan pertama Skotlandia di Piala Dunia dalam 36 tahun, sejak mengalahkan Swedia 2-1 pada Piala Dunia 1990. Momen ini juga menandai partisipasi pertama Skotlandia di Piala Dunia sejak 1998, mengakhiri puasa selama 28 tahun.
